PWGI Gelar Pelatihan Jurnalistik Angkatan XVI, Delapan Peserta Disiapkan Jadi Wartawan Gereja Profesional
Detik-news.com – Jakarta| Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) menggelar Pelatihan Jurnalistik Wartawan Gereja Indonesia Angkatan XVI Tahun 2026, Sabtu (7/11/2026), di Jl. Cempaka Putih Tengah 19 H, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 17.00 WIB ini membekali peserta dengan keterampilan jurnalistik, etika pemberitaan dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam produksi berita di era digital.
Sebanyak delapan peserta mengikuti program pelatihan tersebut. Mereka mendapatkan pembekalan langsung dari jajaran pengurus dan pemateri PWGI yang memiliki kompetensi di bidang teologi, jurnalistik, etika pers dan pengembangan organisasi.
Ketua Umum PWGI, Dr. Dharma Leksana, M.Th., M.Si., menegaskan bahwa wartawan gereja memiliki tanggung jawab strategis dalam menyampaikan informasi yang benar, membangun kehidupan masyarakat dan menghadirkan nilai-nilai Kristiani melalui karya jurnalistik.
“Di era digital ini, gereja tidak boleh tertinggal. Wartawan gereja harus mampu menyampaikan kabar baik dengan cara yang benar, cepat dan dapat dipercaya, untuk membangun Kerajaan Allah,” ujar Dharma di hadapan peserta.
Menurutnya, profesionalisme wartawan gereja harus bertumpu pada kemampuan jurnalistik, integritas, kejujuran dan tanggung jawab moral. Karena itu, PWGI secara konsisten menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pers gereja.
Lima Materi Pokok, dari Teologi hingga Kecerdasan Buatan
Pelatihan Angkatan XVI menghadirkan empat pemateri dengan materi yang saling melengkapi.
Pdt. Jahenos Saragih, S.Th., M.Th., MM., menyampaikan materi tentang dasar-dasar teologis wartawan gereja. Materi ini membahas landasan iman dan panggilan pelayanan jurnalistik dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat.
Dr. Dharma Leksana, M.Th., M.Si., membawakan materi teknik menulis berita di media online dengan memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Materi tersebut mengacu pada buku terbarunya berjudul “Teknik Menulis Berita di Media Online dengan AI”, yang diterbitkan Dharma Leksana Media Group pada 2026 dengan ketebalan 322 halaman.
Buku tersebut membahas pemanfaatan AI untuk mendukung pekerjaan wartawan, editor, konten kreator dan mahasiswa jurnalistik. Peserta diperkenalkan pada penggunaan AI dalam menyusun berita berdasarkan prinsip 5W+1H, struktur piramida terbalik, penulisan judul dan penyusunan lead berita.
Dharma juga menekankan pentingnya menempatkan AI sebagai alat bantu kerja jurnalistik. Wartawan tetap harus melakukan verifikasi fakta, memeriksa sumber informasi dan bertanggung jawab atas berita yang dipublikasikan.
Sementara itu, Ribut Karyono, M.Th., selaku Sekretaris Umum PWGI, memaparkan sejarah berdirinya organisasi, visi dan misi serta peran PWGI sebagai wadah komunikasi, pembinaan dan pelayanan bagi wartawan gereja di Indonesia.
Pdt. Hosea Sudarna, S.Th., M.Si., menyampaikan materi tentang etika wartawan gereja. Pembahasan mencakup penerapan kode etik jurnalistik, independensi, akurasi informasi, verifikasi fakta serta tanggung jawab wartawan dalam menghindari pemberitaan yang menyesatkan.

Praktik Menulis Berita dan Penguatan Etika Pers
Pelatihan berlangsung secara interaktif. Peserta tidak hanya menerima pembekalan teori, tetapi juga mengikuti praktik menulis berita, menentukan sudut pandang pemberitaan, menyusun judul dan membuat lead berdasarkan kaidah jurnalistik.
Materi praktik diarahkan untuk membangun kemampuan peserta menghasilkan berita yang faktual, berimbang, akurat dan mudah dipahami pembaca.
Dalam konteks jurnalistik gereja, peserta juga diajak memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara panggilan pelayanan dan profesionalisme pers. Wartawan gereja harus mampu memberitakan kegiatan gereja secara objektif, sekaligus menjalankan fungsi pers sebagai penyampai informasi kepada masyarakat.
Carlla Paulina Waworuntu, M.Th., bertindak sebagai host sekaligus Ketua Panitia Pelaksana. Ia mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan yang dirancang untuk memberikan pembekalan jurnalistik secara menyeluruh kepada peserta.
Delapan Peserta Resmi Dilantik Menjadi Wartawan Gereja
Salah satu bagian penting dalam kegiatan Angkatan XVI adalah pelantikan peserta menjadi wartawan gereja setelah mengikuti pelatihan.
Dari delapan peserta yang terdaftar, enam orang mengikuti kegiatan secara langsung, sementara dua peserta tercatat tidak hadir.
Adapun peserta Pelatihan Jurnalistik Wartawan Gereja Indonesia Angkatan XVI Tahun 2026 adalah:
- Esron Pandapotan P., S.H.
- Sujatno S.
- Pendeta Dr. Captain D.R. Sumakud, S.H., M.H., M.M., M.B.A., M.Mar.
- Patti Ekliopas El Warin.
- Pdt. Pitheinmaniani dari Papua Barat.
- Betty Naftalia Chrisanty (tidak hadir).
- Octoviana.
- Pdt. Dr. dr. Seno Lamsir, Sp.DVE, MBBS, MMedSc, MMed, M.Th., PGCAHSWR, CBC (tidak hadir).
Usai pelatihan, peserta yang mengikuti kegiatan secara langsung menjalani pelantikan sebagai wartawan gereja. Mereka menerima Kartu Pers, Surat Tugas dan seragam resmi sebagai kelengkapan identitas serta penugasan jurnalistik.
Pembekalan tersebut menjadi tahap awal bagi para peserta untuk menjalankan tugas jurnalistik di lingkungan gereja dan masyarakat sesuai standar profesionalisme pers.

Membangun Kerajaan Allah Melalui Jurnalisme Digital
PWGI mengusung semangat membangun Kerajaan Allah dengan jurnalisme di era digital. Semangat ini menempatkan wartawan gereja sebagai bagian dari pelayanan yang memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi secara benar, mendidik dan membangun kehidupan bersama.
Melalui pelatihan Angkatan XVI, PWGI berharap para peserta dapat mengembangkan keterampilan jurnalistik, memahami etika profesi dan memanfaatkan teknologi AI secara bertanggung jawab.
Bagi PWGI, perkembangan teknologi digital menuntut wartawan gereja untuk terus meningkatkan kompetensi. Kehadiran AI dalam industri media membuka peluang baru dalam proses produksi berita, tetapi kualitas jurnalistik tetap bergantung pada ketelitian, integritas dan tanggung jawab manusia yang mengelola informasi.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya PWGI memperluas jaringan wartawan gereja yang profesional dan berintegritas di berbagai daerah Indonesia.
Dengan bekal pengetahuan, keterampilan dan identitas profesi yang diperoleh, para wartawan gereja diharapkan mampu menghadirkan karya jurnalistik yang memperkuat komunikasi gereja, membangun kerukunan masyarakat dan menyebarkan informasi yang membawa manfaat bagi kehidupan bersama. (Carlla Paulina Waworuntu, M.Th./Red.***)
