JAKARTA — Komjen Pol Suyudi Ario Seto, SIK., SH., MSi. secara resmi dilantik sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) dalam upacara pelantikan yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia selaku Pemegang Kekuasaan Tertinggi Negara, berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Komjen Pol Suyudi Ario Seto menggantikan Kapolri sebelumnya yang telah menyelesaikan masa tugasnya.
PROSES PELANTIKAN
Upacara berlangsung khidmat dan tertib. Hadir dalam acara tersebut Wakil Presiden, Ketua MPR, Ketua DPR, Ketua DPD, para menteri Kabinet, Panglima TNI, pimpinan lembaga negara, serta para pejabat tinggi kepolisian dan tamu undangan lainnya.
Dalam prosesi tersebut, Komjen Pol Suyudi Ario Seto mengucapkan sumpah jabatan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan bersungguh-sungguh menjalankan tugas dengan jujur, adil, serta menegakkan hukum tanpa pandang bulu.
LATAR BELAKANG SOSOK
Komjen Pol Suyudi Ario Seto dikenal sebagai perwira tinggi Polri yang berpengalaman luas di berbagai bidang tugas. Sepanjang kariernya, beliau telah mengemban amanah di sejumlah posisi strategis, antara lain:
- Kepala Kepolisian Daerah
- Asisten Kapolri
- Direktur Jenderal di lingkungan Polri
- Berbagai jabatan operasional dan pengawasan
Pendidikan dan latihan yang diikuti meliputi Akademi Kepolisian, Sekolah Staf dan Pimpinan, serta pendidikan hukum dan manajemen yang menjadi bekal ilmu pengetahuan dan kepemimpinan beliau. Gelar akademik SIK., SH., MSi. mencerminkan kedalaman ilmu sekaligus kematangan berpikir dalam memadukan tugas kepolisian dengan hukum dan sosiologi kemasyarakatan.
PERNYATAAN KAPOLRI BARU
Usai dilantik, Kapolri Suyudi Ario Seto menyampaikan komitmennya di hadapan awak media:
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden atas kepercayaan yang diberikan. Tugas ini bukan sekadar jabatan, melainkan amanah besar untuk menjaga keamanan, ketertiban, penegakan hukum, serta perlindungan dan pelayanan kepada seluruh rakyat Indonesia.”
“Kepada seluruh jajaran Polri: Kita harus hadir di tengah masyarakat. Tegakkan hukum secara adil, tegas, dan tidak memihak. Jaga integritas, jauhkan diri dari segala bentuk penyimpangan, dan perkuat sinergi dengan TNI serta seluruh elemen bangsa.”
“Kita berkomitmen menjaga netralitas, menjaga persatuan, serta menjawab kebutuhan masyarakat akan rasa aman. Polri milik rakyat, untuk rakyat, dan berada di bawah undang-undang.”
HARAPAN DAN LANJUTAN TUGAS
Pergantian pucuk pimpinan Polri ini diharapkan membawa kelanjutan sekaligus pembaruan yang memperkuat kinerja kepolisian di seluruh jajaran. Fokus utama yang ditekankan antara lain:
- Penegakan hukum yang tegas dan transparan
- Peningkatan pengawasan dan akuntabilitas internal
- Penguatan pelayanan dan pendekatan kepada masyarakat
- Pemeliharaan kamtibmas yang kondusif di seluruh wilayah NKRI
Pelantikan ini menandai dimulainya masa kepemimpinan baru di tubuh Polri, dengan harapan kehadiran pimpinan yang baru dapat semakin memperkokoh kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Redaksi : Rochman.E.S
Sumber : Istana Negara / Humas Polri
