Prodi Teknik Geomatika Unjani Serahkan Hasil Pengmas Pemetaan Batas RT/RW Desa Sukarapih Sumedang
Detik-news.com – Sumedang, 23 September 2026. Program Studi Teknik Geomatika Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) menyerahkan hasil Pengabdian Kepada Masyarakat (Pengmas) Tahun Anggaran 2026 kepada Pemerintah Desa Sukarapih, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, Rabu, 23 September 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang melibatkan dosen dan 10 mahasiswa Teknik Geomatika Unjani. Program Pengmas berfokus pada pemetaan tutupan lahan serta penyusunan Peta Batas RT dan RW di wilayah Desa Sukarapih.
Penyerahan hasil kegiatan dihadiri Kaprodi Teknik Geomatika Unjani Kol. (Purn.) Dr. Ir. Sukanto Hadi, MT., Sekretaris Program Studi M. Iqbal, SST., MT., Ketua Tim Pengmas Aning Haryati, ST., MT., dosen Teknik Geomatika Wina Alvina Gunawan, ST., MT., serta staf Program Studi Teknik Geomatika Unjani.
Dari Pemerintah Desa Sukarapih, kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Sukarapih Aep Saepudin bersama jajaran perangkat desa, Ketua RW, Ketua RT, tokoh masyarakat serta warga desa.
Dalam sambutannya, Kaprodi Teknik Geomatika Unjani Kol. (Purn.) Dr. Ir. Sukanto Hadi, MT. menyampaikan bahwa kegiatan Pengmas menjadi bagian dari tanggung jawab akademik perguruan tinggi untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kebutuhan masyarakat.
“Sebagai bagian dari civitas akademika Universitas Jenderal Achmad Yani, kami di Program Studi Teknik Geomatika memiliki tanggung jawab moral dan ilmiah yang tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujar Sukanto.
Menurutnya, ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di lingkungan kampus perlu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, Teknik Geomatika Unjani berupaya membangun kolaborasi dengan pemerintah desa melalui pemanfaatan keilmuan geomatika.

Pada Pengmas Tahun Anggaran 2026, tim Teknik Geomatika Unjani melaksanakan kegiatan pemetaan di Desa Sukarapih. Salah satu hasil utama kegiatan tersebut berupa Peta Batas RT dan RW Desa Sukarapih dalam format digital dan cetak.
Sukanto menjelaskan, kejelasan batas wilayah RT dan RW memiliki peran penting dalam mendukung tertib administrasi pemerintahan desa.
“Batas wilayah tingkat RT dan RW yang jelas merupakan fondasi penting dalam tertib administrasi pemerintahan desa. Kejelasan batas ini bukan sekadar garis di atas kertas, melainkan instrumen untuk mencegah potensi konflik keruangan, mempermudah pelayanan publik kepada warga serta menjadi dasar data yang akurat dalam perencanaan pembangunan desa,” katanya.
Hasil pemetaan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan Pemerintah Desa Sukarapih sebagai salah satu sumber data spasial dalam mendukung pelayanan masyarakat dan perencanaan pembangunan.
Selain peta batas RT dan RW, kegiatan Pengmas juga mencakup pemetaan tutupan lahan di wilayah Desa Sukarapih. Data spasial tersebut dapat memberikan gambaran mengenai kondisi dan pemanfaatan wilayah desa serta mendukung kebutuhan pengelolaan wilayah berbasis data.
Sukanto menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Sukarapih, para Ketua RW dan RT serta masyarakat yang telah mendukung proses pemetaan di lapangan.
“Proses pemetaan, pelacakan batas hingga verifikasi di lapangan tidak akan terwujud tanpa dukungan penuh, keterbukaan dan gotong royong dari Bapak Kepala Desa, para Ketua RW dan RT serta seluruh warga Sukarapih,” ujarnya.
Ia berharap kerja sama antara Teknik Geomatika Unjani dan Pemerintah Desa Sukarapih dapat berlanjut melalui berbagai program kemitraan di masa mendatang.
“Kami berharap silaturahmi dan kerja sama yang baik antara Teknik Geomatika Unjani dengan Desa Sukarapih tidak berhenti sampai di sini, melainkan dapat terus berlanjut melalui program kemitraan lainnya,” kata Sukanto.
Penyerahan hasil Pengmas tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan pemerintah desa melalui penerapan teknologi geospasial. Keterlibatan mahasiswa juga memberikan pengalaman lapangan dalam menerapkan pengetahuan geomatika untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Melalui hasil pemetaan yang telah diserahkan, Desa Sukarapih memiliki tambahan data spasial yang dapat digunakan untuk mendukung administrasi kewilayahan, pelayanan publik serta penyusunan perencanaan pembangunan desa berbasis data.
(DH.EL/Red)
