Pdt. Jahenos Saragih dan Sintarayani Damanik Teguhkan Perjanjian Nikah di GKPS Persiapan Kampung Sawah
Detik-news.com – Kampung Sawah – Bekasi, 26 September 2026. Pdt. Emiritus Jahenos Saragih, STh., M.Th., MM., bersama Sintarayani Damanik meneguhkan perjanjian nikah dalam kebaktian yang berlangsung di Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Persiapan Kampung Sawah, Sabtu (26/9/2026).
Kebaktian Perjanjian Nikah atau Parpadanan Marhajabuan tersebut menjadi salah satu tahapan penting bagi keduanya sebelum melaksanakan Pemberkatan Nikah di GKPS Bogor pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
Ibadah berlangsung pukul 09.30 hingga 11.00 WIB dan dipimpin Pendeta Resort Cibubur dan PMJ GKPS Persiapan Kampung Sawah, Pdt. Maruli Sinaga.
Dalam khotbahnya, Pdt. Maruli Sinaga menekankan bahwa hikmat dari Tuhan menjadi dasar penting dalam membangun kehidupan keluarga Kristen. Menurutnya, pengalaman panjang dalam pelayanan tidak otomatis menghilangkan kebutuhan seseorang untuk terus meminta hikmat Tuhan ketika memasuki kehidupan rumah tangga.
“Pak Pdt. Emiritus Jahenos Saragih memang pendeta senior dalam pelayanan dan juga senior dalam usia. Namun, ketika membangun kembali rumah tangga, kita tetap membutuhkan hikmat dari Tuhan,” ujar Pdt. Maruli Sinaga dalam khotbahnya.
Ia mengatakan, pengalaman hidup dan pengalaman pelayanan dapat menjadi bekal, tetapi kehidupan rumah tangga memiliki dinamika yang membutuhkan tuntunan Tuhan.
“Membangun rumah tangga yang baru nanti membutuhkan hikmat. Hikmat untuk memahami pasangan, hikmat untuk mengambil keputusan dan hikmat untuk mengarungi bahtera rumah tangga bersama,” katanya.
Menurut Pdt. Maruli, kehidupan keluarga Kristen perlu dibangun dengan kesediaan untuk terus belajar, saling memahami dan menempatkan Tuhan sebagai dasar kehidupan bersama.
“Jangan hanya mengandalkan pengalaman. Kita harus terus datang kepada Tuhan dan meminta hikmat-Nya, karena setiap rumah tangga memiliki pergumulan dan tantangannya sendiri,” lanjutnya.

Perjanjian Nikah dalam Suasana Ibadah
Kebaktian diawali dengan persiapan keluarga dan peserta. Sebelum ibadah dimulai, rombongan bergerak dari rumah menuju GKPS Persiapan Kampung Sawah pada pukul 08.30 WIB.
Rangkaian kebaktian dibuka dengan Mandoding No. 450:1, “Sihol do uhur nami Tuhan”, dilanjutkan Votum, Introitus dan Tonggo.
Jemaat kemudian menyanyikan Haleluya No. 401:1 dan 4 sebelum memasuki bagian utama, yakni Mangadöngkon Parpadanan atau Perjanjian Pernikahan.
Pada bagian tersebut, Pdt. Jahenos Saragih dan Sintarayani Damanik meneguhkan komitmen pernikahan mereka di hadapan Tuhan dan komunitas gereja.
Penandatanganan perjanjian nikah melibatkan perwakilan dari kedua pihak. Pihak laki-laki diwakili St. Ir. Posman S. Simarmata, sedangkan pihak perempuan diwakili Oskar Damanik.
Setelah perjanjian nikah, kebaktian dilanjutkan dengan persembahan pujian dari GKPS Persiapan Kampung Sawah. Jemaat kemudian menyanyikan Haleluya No. 202:2 dan 6.
Khotbah tentang Hikmat Membangun Keluarga
Khotbah Pdt. Maruli Sinaga menjadi salah satu bagian utama kebaktian. Ia mengarahkan perhatian jemaat pada pentingnya hikmat Tuhan dalam kehidupan keluarga.
Pesan tersebut menjadi relevan bagi Pdt. Jahenos Saragih dan Sintarayani Damanik yang sedang mempersiapkan kehidupan rumah tangga baru.
Pdt. Maruli menekankan bahwa usia, pengalaman dan posisi seseorang tidak membuat kebutuhan terhadap hikmat Tuhan menjadi berkurang.
“Semakin panjang pengalaman hidup dan pelayanan, semakin kita menyadari bahwa kita tetap membutuhkan Tuhan. Karena itu, rumah tangga yang akan dibangun harus terus meminta hikmat dari Tuhan,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa kehidupan rumah tangga membutuhkan kemampuan untuk mendengar, memahami dan menghargai pasangan.
“Hikmat diperlukan supaya suami dan istri mampu mengambil keputusan bersama, mampu menghadapi perbedaan dan tetap menjaga kasih dalam kehidupan keluarga,” ujar Pdt. Maruli.
Pesan tersebut kemudian menjadi bagian dari refleksi bagi jemaat yang hadir dalam kebaktian.

Persiapan Menuju Pemberkatan Nikah di Bogor
Usai kebaktian pada pukul 11.00 WIB, keluarga melanjutkan kegiatan dengan makan siang. Agenda berikutnya ialah rapat koordinasi untuk mempersiapkan pemberkatan nikah pada 10 Oktober 2026 di GKPS Bogor.
Rapat berlangsung pukul 12.30 hingga 14.30 WIB dan dikoordinasikan St. Erdison Saragih.
Rapat membahas berbagai kebutuhan pelaksanaan hari H, termasuk rangkaian pemberkatan nikah, prosesi keluarga, acara adat, penerimaan tamu, musik dan konsumsi.
Pemberkatan nikah akan berlangsung di GKPS Bogor pukul 09.00 hingga 10.30 WIB. Sebelumnya, keluarga dijadwalkan melaksanakan doa pemberangkatan dari Hotel Salak Bogor.
Setelah pemberkatan, rombongan menuju Hotel Salak untuk mengikuti resepsi. Prosesi keluarga memasuki ruangan akan diiringi musik dan tortor Simalungun.
Acara resepsi juga akan menghadirkan rangkaian adat dari keluarga Damanik dan Purba Pakpak yang dipimpin St. Erdison Saragih.
Sejumlah tokoh juga dijadwalkan memberikan ucapan selamat, antara lain Prof. Dr. Bungaran Saragih yang mewakili undangan, perwakilan Pendeta dan Penginjil Distrik VII, perwakilan senior GMKI dan perwakilan Parsahutaon.
Rangkaian acara akan ditutup dengan bernyanyi bersama, doa penutup dan salam-salaman.
Keluarga dan Gereja Terlibat dalam Persiapan
Persiapan pernikahan tersebut melibatkan keluarga, gereja dan sejumlah panitia. Saut Pasaribu bertugas sebagai PAC Umum, sementara Jhane Saragih menangani acara umum.
St. Erdison Saragih bertanggung jawab atas acara adat. Sion Damanik bersama The Rapstar menangani musik.
Penerimaan tamu dikoordinasikan Ny. Henny Br. Sipayung, sedangkan konsumsi ditangani Inang St. Erna Saragih.
Dalam rangkaian adat, Dayok Nabinatur juga disiapkan untuk sejumlah pihak, yaitu keluarga Simarmata, keluarga Damanik, Tondong Puang, Pdt. Penginjil, Prof. Dr. Bungaran Saragih, panitia acara dan pengantin.
Kebaktian Perjanjian Nikah di GKPS Persiapan Kampung Sawah akhirnya menjadi lebih dari sekadar tahapan administratif menjelang pemberkatan. Kebaktian tersebut menjadi ruang bagi kedua calon mempelai dan keluarga untuk meneguhkan komitmen, memohon penyertaan Tuhan dan mempersiapkan diri memasuki kehidupan rumah tangga.
Pesan Pdt. Maruli Sinaga tentang hikmat menjadi salah satu pesan utama dalam perjalanan tersebut. Pengalaman hidup dan pelayanan dapat menjadi bekal, tetapi kehidupan rumah tangga tetap membutuhkan tuntunan Tuhan.
Pemberkatan nikah Pdt. Jahenos Saragih dan Sintarayani Damanik dijadwalkan berlangsung di GKPS Bogor pada 10 Oktober 2026. (Lae Dharma EL./Red.)
