BIMBELSUS Cakrawala Jaya Nusantara Bangkitkan Mimpi Anak Muda
Detik-news.com – Jakarta, Suasana Gedung Juang lantai 3 di Jalan Ir. H. Juanda No. 5B, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis pagi, 14 Mei 2026, terasa berbeda. Derap langkah para peserta pelatihan terdengar rapi. Wajah-wajah muda berdiri tegap mengikuti upacara penutupan Bimbingan Belajar Khusus (BIMBELSUS) yang digelar Yayasan Cakrawala Jaya Nusantara.
Selama satu minggu terakhir, sembilan anak muda dari berbagai daerah digembleng secara fisik, mental, dan wawasan kebangsaan untuk mempersiapkan diri mengikuti rekrutmen TNI, Polri, BUMN, dan instansi negara lainnya.
Mereka datang dari latar belakang berbeda. Ada yang berasal dari Indramayu, Madura, Bekasi, hingga Cikarang. Namun selama pelatihan, mereka dipersatukan oleh tujuan yang sama, ingin mengubah masa depan.

Nama-nama seperti Hairil Rahmad, Khairuddin, Agung Setiabudi, Herlambang Rizki A., Ahmad Yualdi, Ade Rahmad J.H., Idwan Jauhari, Muhammad Syahrul Ramadan, dan Rizky Dwi Kurniawan menjadi bagian dari angkatan pertama BIMBELSUS Yayasan Cakrawala Jaya Nusantara.
Program ini bukan sekadar latihan fisik. Para peserta juga mendapatkan pendidikan karakter, kedisiplinan, solidaritas, gotong royong, hingga pembentukan mental kebangsaan.
Ketua Umum Yayasan Cakrawala Jaya Nusantara, Sudarno, yang akrab disapa Pak Tuna, mengatakan pelatihan tersebut dirancang untuk membentuk generasi muda yang siap bersaing dan memiliki semangat pengabdian kepada negara.

“Kami memberikan pembekalan untuk mempersiapkan anak-anak ini memiliki masa depan yang cerah. Selama satu minggu mereka kami ajarkan solidaritas, gotong royong, disiplin, tanggung jawab, dan wawasan kebangsaan. Kami ingin mereka menjadi generasi yang sehat jasmani dan rohani,” ujarnya.
Sementara itu, Penasihat yayasan, Sambang Witjaksono atau yang akrab dipanggil Pakde, menyampaikan bahwa pelatihan dilakukan dengan pendekatan langsung dan penuh pembinaan moral.
“Hari ini kami telah usai melatih sembilan orang supaya siap menjadi TNI, Polri, ataupun pegawai negeri. Sekarang mereka terlihat lebih tangguh secara fisik dan memiliki pengetahuan kebangsaan. Kami melatih disiplin dan tanggung jawab agar anak-anak ini menjadi pribadi berbudi luhur,” katanya.

Yayasan yang telah resmi berbadan hukum dengan Nomor AHU-0023629.AH.01.04 Tahun 2025 itu mengusung semboyan “BALA KOSA YASA DWI PANTARA”, yang berarti “Mengabdi Untuk Negeri Membangun Bumi Pertiwi”.
Momentum paling menyentuh terjadi saat setiap siswa diberikan kesempatan menyampaikan sambutan di hadapan tamu undangan dan orangtua mereka. Satu per satu peserta berdiri di podium selama dua menit untuk menyampaikan pengalaman selama mengikuti BIMBELSUS.
Beberapa peserta mengaku awalnya datang dengan rasa minder dan kurang percaya diri. Setelah satu minggu menjalani pelatihan, mereka merasa memiliki arah hidup yang lebih jelas. Mereka juga mengaku termotivasi untuk mengikuti pelatihan tahap berikutnya.
Kesaksian para peserta membuat suasana ruangan berubah haru. Orangtua yang hadir tampak tersentuh melihat perubahan sikap dan semangat anak-anak mereka.
Sebagian orangtua bahkan mengaku baru pertama kali melihat anak mereka tampil percaya diri berbicara di depan umum dan menunjukkan sikap disiplin seperti peserta pendidikan militer.
Seperti diungkapkan oleh Nurin wirawan orang tua siswa bernama Hairil Rahmat, Hernie Sumanti orang tua dari siswa bernama Muhammad Syahrul Ramadhan dan Badri Herdiana orangtua dari Siswa bernama Ade Rahmat J.H merasa bangga dan sangat terharu. Mereka berharap anak anaknya dapat meraih masa depan yang cemerlang.
Upacara penutupan berlangsung khidmat dengan rangkaian penghormatan pasukan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Cakrawala Jaya Nusantara, doa bersama, hingga ramah tamah dan ucapan selamat kepada para peserta.
Doa penutup dipimpin oleh Imam Zainul Arifin.
Di tengah tantangan generasi muda menghadapi persaingan kerja dan krisis karakter, program BIMBELSUS yang digagas Yayasan Cakrawala Jaya Nusantara menjadi ruang pembinaan alternatif yang memberi harapan baru.

Bagi sembilan peserta itu, satu minggu pelatihan mungkin terasa singkat. Namun bagi mereka dan keluarga masing-masing, pengalaman tersebut menjadi awal perjalanan menuju cita-cita mengenakan seragam negara dan mengabdi kepada Indonesia.
