Detik-news.com – RANTEPAO, Di bawah langit Toraja yang teduh, tepat pada Sabtu, 2 Mei 2026, sebuah tonggak sejarah kehidupan yang luar biasa terukir di Drij Toraja Hotel & Convention Hall. Suasana khidmat menyelimuti aula saat pasangan suami istri, Pdt. Soleman Batti’, M.Th., dan Ibu Damaris Eppang, melangkah bersama merayakan “Tahun Emas” pernikahan mereka (1975–2026).
Lima puluh tahun bukan sekadar angka, melainkan bukti keteguhan janji yang diikat selama setengah abad dalam balutan iman dan pengabdian.

Ibadah Syukur: Refleksi Integritas Samuel
Ibadah syukur perayaan 50 tahun pernikahan ini dipimpin oleh Pdt. Dr. I.Y. Panggalo, M.Th., dengan Pdt. Yulius Palondan, S.Th. (Pendeta Jemaat Kalaulu, Klasis Kesu’ Malenong) sebagai liturgis. Berbeda dengan perayaan pada umumnya, pesan firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. I.Y. Panggalo mengambil dasar dari 1 Samuel 12.
Dalam khotbahnya, Pdt. I.Y. Panggalo secara khusus menyoroti sosok Samuel sebagai pribadi yang memiliki integritas tinggi hingga masa tuanya. Relevansi teks ini sangat kuat dengan sosok Pdt. Soleman Batti’; bahwa dalam membangun rumah tangga maupun memimpin umat selama puluhan tahun, integritas adalah fondasi yang tidak boleh goyah. Pdt. I.Y. Panggalo menekankan bahwa kehidupan Pdt. Soleman dan Ibu Damaris merupakan cerminan dari pelayanan yang bersih, tulus, dan setia di hadapan Tuhan dan manusia, sebagaimana Samuel mempertanggungjawabkan seluruh masa kepemimpinannya di hadapan bangsa Israel.
Sosok Pemimpin yang Melayani
Rekam jejak Pdt. Soleman Batti’, M.Th. dalam Gereja Toraja adalah sebuah catatan emas. Beliau memulai pelayanannya dari Makassar, merambah ke tanah Jawa, hingga akhirnya dipercayakan mengemban amanah di Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja. Beliau pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum (Sekum) sebelum akhirnya terpilih menjadi Ketua Umum BPS Gereja Toraja selama dua periode (2001–2011).
Dengan semboyan hidup “Love, Faith, and Thogetherness” (Kasih, Iman, dan Kebersamaan), beliau dikenal sebagai tokoh yang menekankan pembinaan kader dan hubungan antar-gereja yang harmonis di lingkup PGI. Dedikasi ini terlihat dari keterlibatan beliau yang masih aktif mendukung agenda besar gerejawi, termasuk menyukseskan Sidang Raya XVIII PGI tahun 2024.

Kehadiran Para Tokoh dan Sahabat
Momentum syukur ini turut dihadiri oleh deretan tokoh penting sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian beliau. Tampak hadir jajaran Forkopimda Toraja Utara, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Toraja Utara, Dandim 1414, serta Ketua DPRD Toraja Utara beserta jajaran kepala OPD.
Kehangatan persaudaraan sesama pelayan Tuhan juga sangat terasa dengan kehadiran para mantan Ketua Sinode, seperti Pdt. Musa Salusu, M.Th. dan Pdt. A.J. Anggui, MTh. Hadir pula pengurus BPSGT, BVSGT, para pendeta, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga tokoh pemuda.
Warisan Keteladanan
Perjalanan 50 tahun Pdt. Soleman Batti’ dan Ibu Damaris Eppang memberikan pesan kuat: bahwa pernikahan dan pelayanan yang langgeng hanya bisa dicapai jika dibangun di atas integritas dan iman yang kokoh. Sebagaimana Samuel yang mengakhiri masa tugasnya dengan nama baik, pasangan ini menunjukkan bahwa kesetiaan pada panggilan Tuhan dan pasangan adalah dua hal yang saling menguatkan.
Di usia pernikahan emas ini, mereka tidak hanya merayakan kenangan masa lalu, tetapi mewariskan keteladanan tentang bagaimana menjalani hidup yang berintegritas hingga masa putih rambut menjemput.
Penulis : Pdt. Okiwenty Kombong, M.Th.
