KARAWANG, JAWA BARAT — Suasana haru, syukur, dan kebersamaan menyelimuti Pemerintahan Desa Tegalwaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, pada Rabu, 7 Oktober 2026. Pemerintah Desa menggelar acara syukuran sekaligus silaturahmi atas terpilih dan dilantiknya 9 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tegalwaru yang resmi mengemban amanat setelah pelantikan yang digelar di Lapangan Karangpawitan, Kabupaten Karawang, pada Senin, 5 Oktober 2026.
Acara yang berlangsung penuh kekeluargaan ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Tegalwaru, Ibu Hj. Euis Herawati, beserta seluruh perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para keluarga dan pendukung 9 anggota BPD yang baru saja dilantik.
DIPILIH SECARA ADIL DARI LIMA DUSUN
Sebelum dilantik, kesembilan anggota BPD ini telah melalui proses pemilihan yang transparan, jujur, dan demokratis. Mereka dipilih secara musyawarah dari lima dusun yang ada di Desa Tegalwaru, dengan komposisi yang mencerminkan keberagaman warga: 3 orang perempuan dan 6 orang laki-laki. Komposisi ini dinilai menjadi bukti bahwa BPD Tegalwaru hadir mewakili seluruh unsur masyarakat, tanpa membedakan golongan maupun jenis kelamin.
Proses pemilihan yang berjalan tertib dan damai ini menjadi bukti kedewasaan demokrasi warga Tegalwaru dalam memilih wakil rakyat yang akan mengawal pembangunan desa selama periode mendatang.
PESAN KEPALA DESA: SATU HATI, SATU TUJUAN
Dalam sambutannya, Kepala Desa Tegalwaru, Ibu Hj. Euis Herawati, menyampaikan rasa syukur dan harapan besar kepada para anggota BPD yang baru dilantik.
“Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada sembilan saudara yang telah dipercaya masyarakat duduk di lembaga BPD. Hadirnya BPD bukan untuk saling menegakkan, melainkan untuk saling menguatkan. Kita adalah satu keluarga besar Desa Tegalwaru. Pemerintah Desa dan BPD ibarat dua sayap burung: harus sama kuat terbangnya agar pembangunan kita bisa melaju lurus dan tinggi.”
Ibu Kades juga mengingatkan agar keberadaan tiga orang perempuan di jajaran BPD menjadi kekuatan tersendiri, membawa kelembutan, ketelitian, dan kepedulian yang lebih luas terhadap aspirasi kaum ibu, anak-anak, serta kesejahteraan keluarga di desa.
“Jadilah wakil rakyat yang peka mendengar, jujur menyampaikan, dan teguh menjaga amanat. Jangan pernah merasa lebih tinggi dari warga yang memilih kalian, karena dari merekalah kekuatan kita berasal,” tambahnya.
KESIAPAN SINERGI DAN PELAYANAN MASYARAKAT
Sementara itu, Doni Hermansyah, S.S., selaku Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra) sekaligus Koordinasi Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) Desa Tegalwaru, menyambut baik terbentuknya BPD yang baru. Ia menyatakan kesiapan perangkat desa untuk bersinergi sepenuhnya.
“Kehadiran BPD yang baru menjadi mitra strategis kami dalam merencanakan, mengawasi, dan mengevaluasi setiap kebijakan serta program pembangunan di Desa Tegalwaru. Kami dari unsur pelaksana siap bekerja sama secara terbuka, transparan, dan saling mengoreksi demi kemaslahatan bersama.”
Doni juga berharap kesembilan anggota BPD dapat menjadi jembatan yang kokoh antara aspirasi warga dengan kebijakan pemerintah desa, sehingga setiap program yang disusun benar-benar menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.
KOMITMEN ANGGOTA BPD: BEKERJA BERSAMA, BUKAN UNTUK SENDIRI
Di kesempatan yang sama, salah satu perwakilan anggota BPD terpilih menyampaikan komitmen seluruh rekan sesamanya.
“Kami menyadari amanat ini berat. Kami tidak duduk di sini atas kekuatan sendiri, melainkan atas doa dan kepercayaan warga lima dusun. Kami berjanji tidak menjadi BPD yang hanya diam, tetapi hadir di tengah warga, mendengar keluh kesah, dan memperjuangkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.”
Acara syukuran ditutup dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat, diiringi harapan agar Desa Tegalwaru semakin maju, rukun, sejahtera, dan terjaga persatuannya di bawah kepemimpinan yang harmonis antara Pemerintah Desa dan BPD.
Jurnalis : Rochman.E.S
