BOGOR , JAWA BARAT – Aktivitas pengelolaan sampah di wilayah Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, memicu kegelisahan sekaligus kemarahan warga sekitar. Keberadaan lokasi pengolahan tersebut dinilai mengganggu kenyamanan hidup karena udara yang tercemar bau tak sedap yang menyengat setiap harinya.
Keluhan ini disampaikan langsung oleh warga yang bertempat tinggal di sekitar lokasi pengelolaan sampah. Menurut mereka, dampak buruk tidak hanya berupa aroma yang mengganggu, namun juga diikuti dengan serangan lalat yang melimpah hingga masuk ke pemukiman warga.
“Iya bang, jadi tiap hari kita nyium bau terus, belum lagi banyaknya lalat yang masuk ke dalam rumah kami,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan identitasnya, Minggu (23/8/2026).
Kekhawatiran warga bukan hanya soal kenyamanan semata, melainkan juga aspek kesehatan jangka panjang. Mereka menilai emisi bau yang berasal dari tumpukan dan proses pengelolaan sampah tersebut berpotensi memicu gangguan kesehatan, khususnya penyakit saluran pernapasan bagi siapa saja yang tinggal di lingkungan sekitar.
Merespons dampak yang sudah terasa nyata ini, warga meminta aparat penegak hukum dan dinas terkait di lingkungan Pemkab Bogor segera turun tangan. Warga mendesak agar lokasi pengelolaan sampah tersebut segera ditindak lanjut hingga penyelesaian tegas, termasuk opsi penutupan jika terbukti tidak memenuhi standar lingkungan dan izin operasional yang sah.
“Kami meminta kepada Pihak Kecamatan Cileungsi dan Pemerintah Desa Dayeuh untuk dapat memberikan tindakan tegas terhadap pengelola sampah yang ada di wilayah Desa Dayeuh ini,” tegas warga tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi maupun informasi lanjut dari instansi berwenang maupun Dinas terkait mengenai keluhan dan desakan warga yang terus memburu di wilayah Kecamatan Cileungsi tersebut.
Redaksi : Detik -News
