SIDOARJO, JAWA TIMUR – Dalam rangka menyambut dan merayakan Tahun Baru Islam 1448 H, acara Grebeg Suro 2026 resmi dilaksanakan di kawasan Parkiran Selatan Alun-alun Sidoarjo, Jawa Timur pada tanggal 19 hingga 20 Juni 2026. Kegiatan tahunan yang bernuansa kearifan lokal dan budaya Nusantara ini dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat dan tokoh penting.
Hadir sebagai Penasehat DPP Pusat Ikatan Guru Spiritual Nusantara (IGSN), Gus Ulum turut menyaksikan dan mendukung kelancaran pelaksanaan acara yang menjadi tradisi tahunan masyarakat Sidoarjo tersebut.
Tanggapan Gus Ulum:
Dalam kesempatannya, Gus Ulum menyampaikan penjelasan dan harapannya terkait acara tersebut. “Grebeg Suro bukan sekadar tradisi seremonial semata, melainkan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta cara kita menjaga akar budaya dan kearifan lokal yang telah diwariskan oleh leluhur kepada generasi penerus.”
Lebih lanjut ia menjelaskan, “Melalui kegiatan seperti Kirab Pusaka, Jamasan Pusaka hingga Gebyar Jaranan, kita tidak hanya melestarikan seni dan budaya, tetapi juga mempererat ukhuwah, menjaga kerukunan antarumat beragama serta memperkuat jati diri bangsa di tengah perkembangan zaman yang semakin maju ini. Semoga tradisi ini terus berjalan dan menjadi contoh bagi daerah lain untuk tetap mencintai serta menjaga warisan budaya Nusantara.”
Acara ini menghadirkan rangkaian kegiatan yang beragam dan bertujuan untuk melestarikan budaya serta mempererat ukhuwah antar sesama, antara lain:
✅ 1. Kirab Pusaka
Kegiatan unggulan yang diikuti oleh masyarakat umum serta para pelaku dan pengamat budayawan. Prosesi kirab ini menjadi momen penyambutan dan pengarakkan benda-benda pusaka yang dimiliki masyarakat sebagai warisan leluhur.
✅ 2. Jamasan Pusaka
Kegiatan ini dibuka dan difasilitasi khusus bagi seluruh masyarakat yang memiliki benda pusaka. Masyarakat diberikan kesempatan untuk menampilkan, merawat, dan memelihara pusaka mereka dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan.
✅ 3. Gebyar Budaya Jaranan
Menampilkan pertunjukan seni tradisional khas Jawa Timur, yaitu Jaranan yang menghibur dan memeriahkan suasana acara. Pertunjukan ini menjadi simbol kekayaan seni dan budaya daerah yang terus dijaga keberadaannya.
Pelaksanaan Grebeg Suro 2026 berjalan dengan lancar, tertib dan disambut antusias oleh warga Sidoarjo serta tamu yang hadir. Kegiatan ini menjadi wadah untuk menjaga nilai-nilai luhur budaya, menjalin kerukunan sosial, serta memperkuat jati diri bangsa.
EDITOR: GUS ROCHMAN
