Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim Hadiri Resepsi Pernikahan Pdt. Jahenos Saragih dan Shinta Rayani Br. Damanik
Detik-news.com – Bogor, 10 Oktober 2026 | Wali Kota Bogor, Dedie Abdu Rachim, M.A., menghadiri resepsi pernikahan Pdt. Jahenos Saragih dengan Shinta Rayani Br. Damanik pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Kehadiran orang nomor satu di Kota Bogor tersebut menjadi bentuk perhatian dan apresiasi bagi kedua mempelai serta keluarga besar yang merayakan hari bahagia mereka.
Pemberkatan pernikahan berlangsung di Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Bogor. Setelah prosesi pemberkatan, kedua mempelai melanjutkan rangkaian acara dengan resepsi di Hotel Salak, Bogor, yang dihadiri keluarga, kerabat, tokoh masyarakat, pemuka agama serta sejumlah undangan dari berbagai kalangan.
Tanggal 10 Oktober 2026 memiliki makna tersendiri bagi kedua mempelai. Tanggal yang bertepatan dengan angka 10 pada bulan 10 tahun 2026 itu menjadi penanda dimulainya perjalanan hidup bersama sebagai pasangan suami istri.

Pemberkatan Pernikahan Berlangsung di GKPS Bogor
Rangkaian kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dengan prosesi tukar kembang di Hotel Salak. Setelah itu, rombongan keluarga dan kedua mempelai menuju GKPS Bogor untuk mempersiapkan upacara pemberkatan.
Prosesi pemberkatan berlangsung pada pukul 09.00 hingga 10.30 WIB dan dipimpin oleh Praeses, Pdt. Jan Kris H. Sinaga, S.Th. Keluarga, kerabat dan undangan mengikuti ibadah pemberkatan sebagai ungkapan syukur atas pernikahan kedua mempelai.
Persiapan kegiatan di lingkungan GKPS Bogor melibatkan Pdt. PMJ GKPS Bogor dengan penanggung jawab Pdt. Resort, Pdt. Dr. Darwinta Purba.
Setelah pemberkatan, rangkaian acara berlanjut dengan penyampaian sambutan dan ucapan terima kasih dari St. Oscar Saragih. Selanjutnya, kedua mempelai beserta keluarga menuju Hotel Salak untuk mengikuti resepsi pernikahan.

Wali Kota Bogor Hadir dalam Resepsi Pernikahan
Kehadiran Wali Kota Bogor, Dedie Abdu Rachim, M.A., menjadi salah satu perhatian dalam resepsi pernikahan tersebut. Kehadirannya memberikan penghormatan kepada kedua mempelai dan keluarga besar yang berkumpul untuk merayakan peristiwa penting dalam kehidupan mereka.
Acara resepsi juga dihadiri tokoh masyarakat Batak, Prof. Dr. Ir. Bungaran S., para pendeta dan penginjil GKPS Distrik VII, Senior GMKI dan anggota GMKI, PWGI, kolega mempelai perempuan, perwakilan parsahutaon serta keluarga HSS Jabodetabek dan wilayah Bogor.
Kehadiran para tokoh dan undangan dari berbagai latar belakang memperlihatkan eratnya hubungan kekeluargaan, pelayanan gerejawi dan kehidupan bermasyarakat yang menyertai perjalanan kedua mempelai.

Tradisi Adat Simalungun Warnai Resepsi
Resepsi pernikahan Pdt. Jahenos Saragih dan Shinta Rayani Br. Damanik juga memuat sejumlah prosesi adat yang memperkuat makna kekeluargaan dalam pernikahan.
Setelah ucapan selamat datang yang disampaikan Janne Saragih, para undangan mengikuti makan siang bersama yang disertai hiburan dan pembagian surduk-surduk, yaitu pemberian atau seserahan dalam rangkaian adat kepada kelompok keluarga dan pihak yang memiliki kedudukan dalam hubungan kekerabatan.
Pemberian tersebut ditujukan kepada Tondong Jabu, Tondong Pamupus, pendeta dan penginjil, napinarsangapan, namarsanina serta boru dan panogolan. Pelaksanaan kegiatan ini dikoordinasikan oleh St. Erna Br. Saragih dengan penanggung jawab St. Erdison Saragih dan St. Damenson Damanik.
Pada pukul 13.00 WIB, acara dilanjutkan dengan prosesi Padashon Hiou Holong pakon Podah, yaitu penyerahan kain hiou sebagai tanda kasih yang disertai nasihat kepada keluarga. Prosesi ini ditujukan kepada Tondong Jabu Damanik dan Tondong Pamupus Purba Pak-Pak.
St. Dr. Ir. Oscar Damanik dan St. Irwandi Purba Pak-Pak bertugas dalam prosesi tersebut, dengan koordinasi St. Erdison Saragih dan St. Damenson Damanik.
Rangkaian adat ini menempatkan pernikahan sebagai peristiwa yang melibatkan keluarga besar. Kedua mempelai tidak hanya menerima ucapan selamat, tetapi juga nasihat, dukungan dan penerimaan dari keluarga yang hadir.
Ucapan Selamat dari Tokoh dan Keluarga Besar
Pada pukul 13.30 hingga 14.30 WIB, acara dilanjutkan dengan penyampaian ucapan selamat berbahagia dari para undangan. Sesi ini melibatkan para tetua, pendeta dan penginjil GKPS Distrik VII, Senior GMKI, kolega mempelai perempuan, parsahutaon serta perwakilan HSS Jabodetabek dan wilayah Bogor.
Tokoh masyarakat Batak Prof. Dr. Ir. Bungaran S., St. Oscar Saragih, Bapak Kabel Saragih dan St. Roi Saragih turut tercantum dalam rangkaian penyampaian ucapan selamat.
Janne Saragih bertugas memandu jalannya acara sehingga setiap kelompok undangan dapat mengikuti rangkaian resepsi sesuai susunan kegiatan.
Kehadiran keluarga besar, tokoh masyarakat dan pemuka agama menjadi bagian penting dalam perayaan tersebut. Bagi kedua mempelai, dukungan dari orang-orang yang hadir memberikan makna tersendiri dalam memulai kehidupan rumah tangga.
Pernikahan sebagai Fase Penting Kehidupan
Pernikahan merupakan salah satu fase penting dalam perjalanan hidup manusia. Setelah lahir dan tumbuh dewasa, seseorang dapat memasuki kehidupan perkawinan, membangun keluarga serta menjalani tanggung jawab dalam kehidupan bersama.
Bagi Pdt. Jahenos Saragih dan Shinta Rayani Br. Damanik, pemberkatan pada 10 Oktober 2026 menjadi awal perjalanan baru sebagai suami istri. Mereka diharapkan dapat membangun rumah tangga dengan kasih, kesetiaan, tanggung jawab dan komitmen untuk saling mendukung.
Dalam kehidupan gereja, pernikahan juga memiliki makna spiritual. Pemberkatan menjadi ungkapan iman dan permohonan agar Tuhan menyertai perjalanan rumah tangga kedua mempelai.
Sementara itu, pelaksanaan adat memperlihatkan pentingnya dukungan keluarga dan hubungan kekerabatan dalam membangun kehidupan bersama.
Rangkaian Acara Berakhir dengan Doa Penutup
Setelah sesi ucapan selamat, para undangan menikmati hiburan dari D’RAPSTAR pada pukul 14.30 hingga 15.30 WIB. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Mangappu Hasuhuton oleh Suhut Bolon dan Pahidua.
GKPS Resort Bogor memimpin doa penutup pada pukul 15.45 WIB. Acara berakhir dengan sesi bersalaman dan kepulangan para undangan yang diiringi hiburan D’RAPSTAR.
Seluruh rangkaian resepsi di Hotel Salak dijadwalkan berakhir pada pukul 16.00 WIB.
Pernikahan Pdt. Jahenos Saragih dan Shinta Rayani Br. Damanik pada 10 Oktober 2026 menjadi peristiwa penting bagi kedua mempelai, keluarga besar dan komunitas gereja. Kehadiran Wali Kota Bogor Dedie Abdu Rachim serta para tokoh masyarakat turut menandai dukungan dan perhatian terhadap keluarga yang memulai perjalanan hidup baru tersebut.
(Dharma EL/PWGI)
