Buku Ideologi Pancasila Untuk Indonesia Abadi
Detik-news.com – Jakarta, 2026. Buku terbaru karya Sunardjo Sumargono resmi terbit. Judulnya “Ideologi Pancasila Untuk Indonesia Abadi: Evolusi Nilai dan Tantangan Ideologi di Era Disrupsi Digital”. Buku ini diterbitkan oleh PT. Dharma Leksana Media Group dan diedit oleh Dr. Dharma Leksana, M.Th., M.Si. Tebal 140 halaman.
Romo Nardjo, sapaan Sunardjo Sumargono, JD. alias Ki Gelo Bejad mengangkat isu strategis. Ia melihat jarak antara nilai Pancasila dan praktik sosial. Ia tidak berhenti pada teori. Ia uji lewat data, sejarah, dan dinamika sosial yang aktual.
Struktur buku tersusun rapi dalam lima bagian. Bagian awal membahas landasan teoretis dan historis. Bagian berikutnya mengulas dinamika Pancasila dari Orde Lama hingga Reformasi. Lalu masuk ke implementasi dalam kehidupan sosial. Bagian keempat fokus pada tantangan era digital. Bagian akhir memproyeksikan Indonesia 2045 unuk Indonesia Abadi.
Pendekatan yang dipakai bersifat kualitatif. Analisis historis dan konseptual menjadi dasar. Data diambil dari literatur akademik, dokumen negara, dan riset sosial. Hasilnya menunjukkan basis akademik yang kuat.
Buku ini membawa tiga tesis utama. Pertama, Pancasila adalah ideologi terbuka. Ia adaptif terhadap perubahan sosial dan teknologi. Kedua, ada kesenjangan serius antara nilai dan praktik. Contohnya terlihat pada korupsi, intoleransi, dan ketimpangan sosial. Ketiga, era digital melahirkan ancaman baru. Polarisasi, disinformasi, dan algoritma media sosial membentuk opini publik secara masif.
Salah satu konsep kunci adalah Pancasila sebagai filter digital. Nilai Pancasila dipakai untuk menyaring informasi dan perilaku di ruang digital. Konsep ini relevan di tengah arus informasi yang tidak terkendali.
Buku ini memiliki beberapa keunggulan. Analisis historis disajikan kuat. Teori langsung dihubungkan dengan praktik. Isu digital dibahas kontekstual. Bahasa lugas dan mudah dipahami. Penulis juga memberi solusi praktis yang bisa langsung dipakai.
Beberapa langkah konkret yang ditawarkan antara lain verifikasi informasi sebelum menyebarkan, menghindari ujaran kebencian, dan menggunakan ruang digital untuk dialog konstruktif.
Meski kuat secara konseptual, buku ini memiliki catatan. Data kuantitatif masih terbatas. Beberapa bagian masih normatif. Studi kasus bisa diperbanyak. Namun hal ini tidak mengurangi nilai utama buku.
Buku ini relevan untuk akademisi, jurnalis, pembuat kebijakan, dan generasi muda. Ia memberi cara baru memahami Pancasila secara operasional. Pancasila tidak lagi sekadar hafalan. Ia menjadi alat analisis untuk membaca realitas.

Profil penulis memperkuat bobot buku ini. Sunardjo Sumargono, JD. Alias Ki Gelo Bejad dikenal sebagai praktisi hukum dan tokoh lintas iman. Ia aktif dalam advokasi publik, termasuk gugatan terhadap industri farmasi dalam kasus obat sirup. Ia juga memimpin Aliansi Gedung Juang Semar Suryakencana Juanda Jakarta dan menjabat Ketua Dewan Pembina Yayasan Semar Suryakencana. Di bidang profesi, ia menjadi Dewan Penasihat Kongres Advokat Indonesia.
Kiprahnya menunjukkan satu arah. Ia menghubungkan hukum, budaya, dan nilai kebangsaan. Ia menempatkan toleransi sebagai praktik. Ia mendorong dialog lintas komunitas. Ia melihat Pancasila harus hadir dalam kebijakan, interaksi sosial, dan ruang digital.
Melalui buku ini, Romo Nardjo menegaskan satu pesan. Ideologi tidak cukup dipahami. Ideologi harus dijalankan. Buku ini menjadi rujukan penting untuk membaca masa depan Indonesia menuju 2045 dengan fondasi nilai yang kuat.
Untuk mendapatkan buku dalam entuk cetak silakan hubungi Tim Penerbit di 085282276227 an. Sdri. Carlla Paulina.
E-book dapat diakses melalui tautan berikut :
(Dh.L./Red.***)
