
Novel Kota Tanpa Rumah Ibadah
Sinopsis Novel “Kota Tanpa Rumah Ibadah”
Judul: Kota Tanpa Rumah Ibadah
Penulis: Dharma Leksana, S.Th., M.Si.
BACA NOVELNYA SILAKAN DISINI : https://online.fliphtml5.com/syony/lyql/
Sinopsis:
Kota Tanpa Rumah Ibadah adalah sebuah kisah dramatis dan inspiratif tentang keberanian, keadilan, dan hak asasi manusia. Novel ini mengikuti perjalanan Elisa, seorang individu yang menantang ketidakadilan sistemik di tengah kota yang menutup pintu bagi rumah ibadah. Saat kata-kata Elisa menggema di ruang sidang, gelombang nasional pun lahir—membawa ribuan warga menuntut kebebasan beragama dan perlindungan hak asasi.
Novel ini mengeksplorasi konflik politik, dilema moral, dan strategi gerakan sosial, sambil menekankan bahwa kebebasan beragama bukan izin dari negara, melainkan hak asasi yang melekat pada setiap manusia dan dijamin oleh UUD 1945. Dari tekanan pemerintah hingga aksi damai rakyat, Elisa menjadi simbol keberanian moral yang menuntun bangsa pada perubahan awal yang nyata.
Kutipan Kunci dari Novel:
• “Keberanian bukan sekadar menentang. Keberanian adalah memilih jalan yang benar meski risiko tinggi.”
• “Kebebasan beragama bukan izin dari negara. Ia adalah hak asasi yang melekat pada setiap manusia dan dijamin oleh UUD 1945.”
• “Gelombang nasional tidak lagi soal protes—ia adalah bukti bahwa hak asasi adalah pondasi yang tak tergoyahkan bagi masa depan bangsa.”
Highlight Tema Sentral:
- Kebebasan Beragama dan Hak Asasi – hak fundamental yang melekat pada setiap warga negara, bukan pemberian pemerintah.
- Keberanian Moral Individu – dampak satu suara yang tegas terhadap perubahan sosial dan politik.
- Konflik Politik dan Moral – dilema antara kekuasaan dan aspirasi rakyat, serta strategi gerakan sosial untuk mencapai keadilan.
- Dampak Kolektif – perjalanan individu menjadi gerakan nasional yang menentang ketidakadilan sistemik.
- Refleksi Masa Depan Generasi – integritas, dialog, dan kesadaran hak asasi sebagai warisan moral bagi generasi berikutnya.
Kota Tanpa Rumah Ibadah adalah bacaan penting bagi mereka yang ingin memahami kekuatan moral, keberanian, dan hak asasi dalam konteks sosial-politik Indonesia. Novel ini menginspirasi dan menegaskan bahwa perubahan besar bisa lahir dari keberanian satu orang yang berdiri teguh menuntut keadilan.
Endorsement Mock-Up:
• “Novel ini menegaskan prinsip dasar demokrasi dan hak asasi dengan cara yang mendalam dan menginspirasi. Bacaan yang relevan untuk generasi muda Indonesia.” – Prof. Dr. Ahmad Rifai, Pengajar Hukum dan HAM
• “Kota Tanpa Rumah Ibadah mengajarkan bahwa keberanian moral satu orang dapat mengguncang sistem dan menyalakan harapan bagi jutaan orang.” – Maria Ulfa, Aktivis Sosial dan Penulis
• “Kebebasan beragama bukan izin dari negara. Ia adalah hak asasi yang melekat pada setiap manusia dan dijamin oleh UUD 1945,”- Dharma Leksana, S.Th., M.Si., Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI)