TEOLOGI DIGITAL: SEBAGAI UPAYA MENERJEMAHKAN MISIOLOGI GEREJA DI ERA SOCIETY 5.0
Apa yang dimaksud dengan teologi digital?
Pertanyaan ini penting karena istilah teologi digital mudah disalahpahami .
Sebagian orang menganggap teologi digital berarti menggunakan media sosial untuk berkhotbah. Sebagian lainnya menganggapnya sebagai studi tentang gereja online.
Ada pula yang memahaminya sebagai penggunaan kecerdasan buatan untuk membantu pelayanan gereja.
Semua itu berkaitan dengan teologi digital, tetapi belum menjelaskan keseluruhan persoalannya.
Teologi digital tidak berhenti pada pertanyaan tentang bagaimana gereja menggunakan teknologi.
Teologi digital mengajukan pertanyaan yang lebih dalam: bagaimana teknologi digital mengubah cara manusia memahami diri, dunia, komunitas, kebenaran, iman, gereja, dan Allah?
Di sinilah teologi digital menjadi bidang refleksi teologis yang serius.
Jika internet hanya alat, gereja dapat memilih menggunakannya atau tidak.
Namun jika internet telah menjadi ruang kehidupan, gereja perlu bertanya bagaimana Injil hadir dalam ruang tersebut.
Spadaro membantu kita memahami bahwa internet telah menjadi bagian dari ruang eksistensial manusia .²³
Campbell membantu kita melihat bahwa agama online dan offline semakin terintegrasi dalam kehidupan manusia .²⁴
Cheong membantu memperlihatkan bahwa otoritas agama mengalami perubahan ketika pengetahuan keagamaan bergerak dalam jaringan digital. ²⁵
Jika manusia semakin hidup dalam ruang digital, di manakah gereja harus hadir?
Jika manusia membangun komunitas melalui jaringan digital, apakah komunitas tersebut dapat menjadi ruang persekutuan?
Jika algoritma menentukan informasi yang kita lihat, bagaimana gereja berbicara tentang kebenaran?
Jika artificial intelligence semakin mampu menghasilkan teks, gambar, suara dan keputusan, apa arti manusia sebagai gambar Allah?
Jika ibadah dapat berlangsung melalui layar, bagaimana kita memahami kehadiran, tubuh, komunitas dan sakramen?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi titik berangkat buku Teologi Digital: Sebagai Upaya Menerjemahkan Misiologi Gereja di Era Society 5.0.
Buku ini berangkat dari keyakinan bahwa gereja tidak dapat memahami transformasi digital hanya sebagai persoalan teknis. Teknologi telah menjadi bagian dari konteks kehidupan manusia dan karena itu harus dibaca secara teologis.
Dengan menggunakan perspektif teologi digital, misiologi, eklesiologi, pastoral, etika Kristen dan konteks Society 5.0, buku ini mengajak pembaca melihat bahwa ruang digital bukan sekadar alat komunikasi tambahan bagi gereja. Ruang digital telah menjadi salah satu ruang kehidupan manusia yang membutuhkan kehadiran gereja.
Judul Buku:
TEOLOGI DIGITAL: SEBAGAI UPAYA MENERJEMAHKAN MISIOLOGI GEREJA DI ERA SOCIETY 5.0
Penulis: Dr. Dharma Leksana, M.Th., M.Si.
Penerbit: PT. Dharma Leksana Media Group
Tahun Terbit: September 2026 (Edisi Pertama)
Tebal Buku: xxi + 578 halaman (14,5 cm x 21 cm)
ISBN: Sedang diajukan
