GKJ Klasis Pekalongan Gelar Sidang XXIII di GKJ Purbo
Detik-news.com – Kabupaten Pekalongan – Gereja-Gereja Kristen Jawa (GKJ) Klasis Pekalongan menggelar Sidang XXIII Klasis Pekalongan pada hari Jumat (6/2/2026), bertempat di GKJ Purbo sebagai gereja penghimpun. Sidang ini mengusung tema “Gereja yang Dinamis dan Inovatif” (Efesus 2:10), sebagai ajakan bagi gereja untuk terus bertumbuh, setia pada panggilannya, dan relevan dalam menjawab tantangan zaman.
Sidang diikuti oleh utusan gereja-gereja anggota GKJ Klasis Pekalongan, Badan Pelaksana dan Badan Pengawas Klasis Pekalongan, pendeta konsulen, Visitator Sinode XXIX GKJ, utusan Badan Pelaksana Klasis Pekalongan Barat dan Badan Pelaksana Klasis Klasis Semarang Barat, serta tamu undangan. Rangkaian persidangan berlangsung sejak pagi hingga sore hari dalam suasana tertib, partisipatif, dan semangat kebersamaan.
Diawali Tumpengan dan Ibadah Pembukaan
Sidang diawali dengan registrasi peserta. Sebelum ibadah pembukaan dilaksanakan, dilakukan pemotongan tumpeng Hari Ulang Tahun ke-28 GKJ Klasis Pekalongan oleh Pdt. Wahidi, selaku Ketua Badan Pelaksana Klasis Pekalongan dan diserahkan kepada Pdt. Yosua Tri Wrahat Nala.
Ibadah pembukaan dipimpin oleh Pdt. Yeshua Ginarid, Pendeta Jemaat GKJ Purbo, dengan perenungan firman dari Efesus 2:10. Dalam khotbahnya, ia mengajak peserta sidang menyadari pentingnya kehadiran dan kepedulian bersama dalam perjalanan iman gereja. Menurutnya, dua kunci pelayanan yang relevan dengan tema sidang adalah sikap dinamis dan inovatif. Dinamika berarti gereja memahami ada perubahan perubahan yang terjadi dan disikapi dengan kearifan. Sedangkan inovatif bukan berarti gereja meninggalkan tradisi, melainkan menemukan cara-cara baru agar Injil melalui gereja tetap berbicara kuat dan nyata dalam konteks kehidupan masa kini.
Sidang kemudian dilanjutkan dengan rangkaian seremonial yang meliputi menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars dan Hymne GKJ, serta sambutan dari Majelis GKJ Purbo.
Sidang Pleno dan Pembahasan Materi
Agenda persidangan berlanjut ke Sidang Pleno I yang membahas laporan surat masuk dan keluar, penelitian kredensi peserta sebagai bentuk pengesahan sidang, serta penetapan dan penyerahan pimpinan sidang. Sidang dipimpin oleh Moderamen yang terdiri dari Ketua I Pnt. Sisworo (GKJ Bandar), Ketua II Pdt. Yoel Tri Sugianto (GKJ Bawang), Sekretaris I Pdt. Yeshua Ginarid (GKJ Purbo), dan Sekretaris II Pdt. Meika Aditya Nugraha (GKJ Limpung).
Pada Sidang Pleno II, peserta mengesahkan agenda dan tata tertib sidang, menetapkan penasihat sidang, serta menerima berbagai sambutan. Sambutan disampaikan oleh Badan Pelaksana GKJ Klasis Semarang Barat yang disampaikan oleh Pdt. Ones Mahanugra, Badan Pelaksana GKJ Klasis Pekalongan Barat yang disampaikan oleh Pdt. Kristianto Himawan, Visitator Sinode GKJ yang disampaikan oleh Pdt. Andrias Oktavianto, serta Bupati Pekalongan yang diwakili oleh Camat Talun.
Dalam sambutannya, Camat Talun menyampaikan permohonan maaf karena Bupati Pekalongan tidak dapat hadir akibat tengah menangani bencana di wilayah Kabupaten Pekalongan. Ia juga memohon doa dari peserta sidang, khususnya para pendeta yang hadir, agar penanganan bencana banjir, tanah longsor, dan angin ribut dapat dihadapi bersama dengan pertolongan Tuhan.
Pada pleno ini juga disampaikan berbagai informasi materi sidang dari gereja-gereja, Bapelklas, Bawasklas, para utusan Bapelklas, dan pendeta konsulen, yang kemudian disahkan untuk dibahas lebih lanjut dalam sidang-sidang seksi.

Sidang Seksi dan Keputusan Penting
Pembahasan materi dilanjutkan melalui Sidang Seksi, yakni Seksi I membahas Keesaan dan Nominasi, Seksi II membahas Kesaksian dan Pelayanan serta Pembinaan Warga Gereja, dan Seksi III membahas Keuangan. Hasil pembahasan dari masing-masing seksi dipresentasikan dalam Sidang Pleno III melalui laporan seksi masing masing.
Dalam sambutan tertulisnya, Visitator Sinode GKJ Pdt. Andrias Oktavianto menegaskan bahwa tema “Gereja yang Dinamis dan Inovatif” bukan sekadar slogan, melainkan panggilan agar gereja tetap hidup, relevan, dan berani menjawab perubahan zaman. Gereja, menurutnya, perlu peka terhadap dinamika politik, ekonomi, sosial, dan ekologi dengan mengembangkan pelayanan yang tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga transformatif dan memberdayakan umat.
Ia juga menekankan pentingnya pembaruan pelayanan keluarga dan generasi muda melalui pendekatan yang dialogis serta mendukung kesehatan mental dan spiritual, termasuk penguatan ekonomi jemaat melalui diakonia berbasis pemberdayaan, koperasi gereja, dan solidaritas antarjemaat.
Dalam Sidang XXIII GKJ Klasis Pekalongan, ditetapkan susunan Badan Pelaksana Klasis Pekalongan, yang terdiri dari : Ketua I Pdt. Dwi Argo Mursito (GKJ Pekalongan), Ketua II Pnt. Wiyoto (GKJ Kasimpar), Sekretaris Pdt. Meika Aditya Nugraha (GKJ Limpung), dan Bendahara Pnt. Triatmo (GKJ Pekalongan), yang dibantu oleh bidang-bidang terkait.
Ibadah Penutupan Gereja sebagai Bahtera
Sidang ditutup dengan ibadah penutupan yang dilayani oleh Pdt. Bernadus M. Eksilimawan dengan dasar firman dari Matius 8:23–27. Dalam perenungannya, gereja dimetaforakan sebagai bahtera yang harus siap menghadapi badai dan gelombang persoalan. Gereja, menurutnya, akan menghadapi berbagai tantangan, termasuk persoalan keuangan dan dinamika pelayanan, namun dipanggil untuk tidak mudah menyerah, melainkan membangun ide-ide yang kreatif, dinamis, dan inovatif sesuai dengan tema sidang.
Visitator Sinode yang hadir dalam persidangan ini antara lain Pdt. Bernadus M. Eksilimawan dan Pdt. Andrias Oktavianto. Hadir pula utusan Klasis Pekalongan Barat, Pdt. Sugeng Prihadi dan Pdt. Kristianto Himawan, serta utusan Klasis Semarang Barat, Pdt. Imanuel Agus Purwadi dan Pdt. Ones Mahanugra (sugeng/Red)
