
Kolaborasi Lintas Iman Gereja dan Komunitas Hadirkan Pelayanan Gizi Anak Selama Setahun Penuh
Detik-news.com – Jakarta, 25 Agustus 2025 – Wadah Komunikasi dan Pelayanan Umat Bersama (WKPUB) kembali menegaskan komitmennya dalam bidang kemanusiaan dan kerukunan lintas agama. Bertempat di RW 01, Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur, WKPUB secara resmi meluncurkan kegiatan Pelayanan AISA (Anak Indonesia SehAt) 5.
Acara launching yang berlangsung pada Senin (25/08) pukul 09.00 hingga 14.00 WIB ini menjadi bukti nyata kolaborasi apik antara gereja-gereja di Jakarta Timur, khususnya di Kecamatan Kramatjati, bersama komunitas lintas iman setempat di bawah naungan WKPUB.
Wujud Kepedulian Lintas Iman
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dan dukungan penuh dari berbagai pihak, ditandai dengan kehadiran sejumlah tokoh masyarakat dan pemerintahan. Turut hadir dalam launching tersebut perwakilan RW setempat, Kepala Puskesmas Cililitan, Kasi Kesra Kelurahan Cililitan, serta perwakilan dari Kecamatan Kramatjati.
Pelayanan AISA dibuka secara simbolis oleh Ketua Umum WKPUB, Pdt. Hosea Sudarno. Pembukaan ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) personel dari Ketua Umum kepada Ketua Pengurus Pokja AISA, Ibu Siti Pujiastuti, yang didampingi oleh Ketua AISA 5, Ibu Ida Alor, dan Ibu Ketua PKK setempat, Ibu Susi.
Sebagai penanda dimulainya pelayanan, Kepala Puskesmas Cililitan menyerahkan Kartu Sehat Mandiri (KSM) kepada tiga anak peserta. Sementara itu, penyerahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) secara simbolis kepada enam anak dilakukan oleh Ibu Alwin Simorangkir.

Konsultasi Gizi hingga Pengajaran Kebinekaan
Dalam sambutannya, Pdt. Hosea Sudarno, Ketua Umum WKPUB, menjelaskan bahwa program AISA kali ini menargetkan 80 anak untuk mendapatkan peningkatan gizi.
“Secara keseluruhan anak yang kami layani untuk peningkatan gizi mereka sebanyak 80 anak. Selain dilakukan pemberian PMT, juga dibarengi konsultasi tentang gizi anak, pengobatan, dan permainan untuk anak-anak sebagai pengajaran dini tentang keberagaman atau kebinekaan,” ungkap Pdt. Hosea.
Program AISA ini merupakan pelayanan berkelanjutan yang didukung penuh oleh para Kader Posyandu setempat. Kegiatan ini direncanakan akan berlangsung selama satu tahun penuh setiap bulan.
“Jikalau dalam evaluasi akhir masih dipandang perlu lagi, maka program ini bisa diulang,” tambah Pdt. Hosea, menunjukkan komitmen jangka panjang WKPUB terhadap kesehatan anak.
Kegiatan terpantau berjalan dengan sukses dan lancar. Peserta dan masyarakat sekitar terlihat sangat antusias. Melalui kehadiran Wadah Komunikasi dan Pelayanan Umat Bersama (WKPUB), organisasi lintas agama ini telah membuktikan kepeduliannya yang tulus terhadap isu kesehatan anak, serta memperkuat rajutan persaudaraan sejati di tengah masyarakat Kramatjati.
(Mas Dharma EL/Red.***)