
NOVEL DOSA DIGITAL
Novel ini bisa diposisikan sebagai “novel teologi digital” pertama, yaitu karya fiksi yang menafsirkan dosa, Dekalog, dan kasih Kristus dalam bingkai kehidupan modern. Ini bisa jadi terobosan unik di dunia sastra rohani.
BACA NOVELNYA >>> http://115. https://online.fliphtml5.com/syony/hidc/
Di tengah dunia yang kian larut dalam kecanduan layar, hadir sebuah karya berani dan reflektif: “Dosa Digital”, novel terbaru karya Dharma Leksana, S.Th., M.Si. Novel ini bukan hanya kisah, tetapi juga cermin zaman—menyingkap bagaimana Sepuluh Firman kuno tetap bersuara lantang di era algoritma, media sosial, dan virtualitas yang serba menjerat.
🔎 Isi & Alur
Tokoh utama, Jonas, adalah jurnalis muda yang awalnya skeptis. Namun perjumpaannya dengan dunia digital—penuh godaan validasi, ujaran kebencian, nafsu virtual, hingga hoaks—membawanya ke jalan terjal. Ia jatuh, bangkit, dikejar, lalu menemukan bahwa pertempuran terbesar bukan melawan mesin, melainkan melawan dirinya sendiri.
Novel ini memadukan thriller cyber, pergumulan spiritual, dan drama keluarga. Dari ibunya yang sakit, sosok misterius Alia, hingga komunitas rahasia Ekklesia Bayangan, pembaca diajak menyelami dilema modern: apakah manusia masih bisa bebas, ataukah sudah sepenuhnya diperbudak layar?
🌟 Keunggulan
- Kaya makna teologis: Sepuluh Firman dibaca ulang dalam konteks digital, membuat refleksi iman terasa segar dan relevan.
- Nuansa thriller yang menegangkan: The Grid sebagai antagonis digital digambarkan begitu nyata, membuat pembaca merasakan paranoia teknologi.
- Emosi yang dalam: Relasi Jonas dengan ibunya, pengkhianatan Alia, hingga pengorbanan terakhir, semuanya menyentuh hati.
- Pesan harapan: meski kelam, novel ini menutup dengan Algoritma Kasih, sebuah simbol bahwa kasih adalah jawaban atas dosa digital.
📖 Mengapa Harus Dibaca?
“Dosa Digital” adalah novel untuk siapa saja yang hidup di dunia maya—entah sebagai pekerja kreatif, pengguna media sosial, orangtua, remaja, maupun pelayan gereja. Ia mengingatkan: dosa lama kini hadir dalam bentuk baru, dan hanya kasih yang mampu menebusnya.
Bukan sekadar hiburan, Dosa Digital adalah renungan sekaligus peringatan:
Apakah kita masih memiliki kendali, atau sudah menyerahkan segalanya pada The Grid?
✨ Tagline Promosi:
“Sepuluh Firman, satu dunia digital. Apakah kasih masih bisa bertahan?”