PASTORAL EKOLOGI DIGITAL
Penulis: Dr. Dharma Leksana, M.Th., M.Si.
Di tengah dunia yang bergerak cepat menuju digitalisasi total dan bumi yang kian tercekik oleh krisis ekologis global, hadir sebuah buku yang bukan hanya relevan—tetapi mendesak. Pastoral Ekologi Digital: Suatu Kerangka Baru untuk Gereja Abad ke-21 karya Dr. Dharma Leksana menjadi kontribusi monumental dalam wacana teologi pastoral modern, terutama bagi gereja-gereja yang sedang mencari arah baru di tengah disrupsi global.
- Sintesis Teologis yang Tidak Pernah Dikerjakan Sebelumnya
Buku ini berangkat dari premis kuat: krisis ekologi dan krisis digital bukan dua dunia yang terpisah, tetapi saling memengaruhi dan membentuk lanskap kehidupan manusia masa kini. Penulis menunjukkan bahwa digitalisasi bukan hanya soal teknologi—melainkan medan spiritual, moral, dan ekologis baru di mana kehidupan beriman umat berlangsung.
Dengan gaya analisis yang sistematis, Dr. Dharma mengurai:
• Krisis ekologis sebagai planetary emergency
• Digitalisasi sebagai ruang pembentukan spiritualitas baru
• Ekologi, digitalisasi, dan pastoral sebagai tiga arus yang harus disatukan
Pendekatan ini memberikan nilai ilmiah yang kuat sekaligus membuka paradigma baru bagi pelayanan gereja.
- Menantang Teologi Klasik untuk Menatap Masa Depan
Buku ini memuat penelusuran historis atas teologi pastoral: dari cura animarum, lalu berkembang menjadi cura communitatis, hingga memasuki tahap mutakhir: cura terrae, yaitu perawatan bumi sebagai bagian dari misi pastoral.
Dengan presisi akademik, penulis menegaskan bahwa:
• Krisis ekologis adalah krisis spiritual.
• Peran pastoral di era digital bukan lagi sekadar mengunjungi jemaat, tetapi mengembalikan manusia pada relasi yang sehat dengan Allah–sesama–bumi.
• Pastor/gembala harus menjadi penjaga etika digital sekaligus pendamping ekologis.
Buku ini memaksa pembacanya untuk menyadari bahwa pastoral hari ini tidak bisa lagi sempit; ia harus transformatif.
3. Bab-Bab Kunci yang Menyuguhkan Perspektif Baru
Beberapa bagian paling kuat dan menonjol dalam buku ini antara lain:
- Krisis Ekologi di Era Digital (Bab 5)
Mengupas jejak karbon digital, imperialisme data, e-waste, serta bagaimana algoritma menciptakan konsumerisme yang merusak bumi.
- Pastoral Ekoteologi di Era Digital (Bab 9)
Bab ini menunjukkan paradoks: teknologi digital bisa menjadi alat pemulihan ekologis, tetapi sekaligus sumber kerusakan ekologis. Gereja ditantang menavigasi dua sisi ini. - Model Pastoral Ekologi Digital (Bab 10)
Ini adalah “mahkota” buku ini: model empat pilar—
• Digital Awareness
• Digital Empathy
• Digital Advocacy
• Digital Communal Action
Yang menarik, model ini tidak linear tetapi spiral, memungkinkan pertumbuhan berkelanjutan.
- Buku yang Praktis, bukan sekadar konseptual
Buku ini tidak berhenti pada gagasan besar. Pada bab-bab akhir (11–12), penulis menurunkan konsep menjadi:
• Modul katekisasi ekologi digital enam sesi
• Model ekoliturgi online
• Blueprint program gereja seperti Digital Sabbath, EcoScore Jemaat, hingga Ecological TikTok Challenge
Buku ini lahir dari riset, pengalaman pastoral, dan kepekaan ekologis yang matang—menjadikannya sangat aplikatif bagi gereja Indonesia.
- Kontribusi Besar Bagi Gereja Abad ke-21
Di bagian kesimpulan, penulis merangkum seluruh karya dengan pernyataan kuat: bahwa pelayanan gereja masa depan harus berdiri pada titik temu antara digitalisasi dan ekologi.
Buku ini pada hakikatnya adalah undangan profetis bagi gereja:
beralih dari pastoral yang hanya fokus pada manusia, menuju pastoral yang memulihkan seluruh ekologi kehidupan.
Kesimpulan Resensi
Pastoral Ekologi Digital adalah karya pionir—berani, visioner, dan relevan bagi dunia yang sedang berubah.
Buku ini layak menjadi:
• rujukan utama bagi pendeta, teolog, dan aktivis gereja
• bacaan wajib bagi akademisi teologi digital dan ekoteologi
• pedoman praktis bagi gereja-gereja urban yang menghadapi tantangan dunia digital
Sebuah buku yang tidak hanya memberi wawasan, tetapi juga menyentuh nurani dan menggerakkan tindakan.
DOWNLOAD E-BOOK SILAKAN DISINI :
