Detik-news.com – Guci, Kabupaten Tegal — Udara sejuk di kawasan wisata Guci, Sabtu (29/11/2025), menjadi saksi pertemuan pendeta dan keluarga dari Gereja-gereja Kristen Jawa (GKJ) Klasis Pekalongan Barat. Sebanyak enam pendeta aktif, satu pendeta emeritus, dua calon pendeta, serta keluarga pendeta berkumpul dalam pertemuan bertema “Ministry Changes, Calling Never Ends”.
Bertempat di Grand Dian Guci, acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 15.00 WIB ini menjadi ruang syukur, perenungan, dan penguatan bersama. Di tengah dinamika dunia yang terus berubah, peserta diajak kembali pada esensi panggilan pelayanan yang tidak lekang oleh waktu.
Ruang Syukur dan Penghargaan bagi Para Pelayan Tuhan
Ketua Bapelklas, Pdt. Kristianto Himawan, membuka pertemuan dengan sambutan yang menegaskan perubahan adalah bagian tak terpisahkan dari dunia pelayanan.
“Metode bisa berubah, strategi dapat diperbarui, konteks bergereja pun terus bergerak. Namun satu hal yang tidak pernah berubah adalah panggilan Tuhan,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa panggilan untuk menggembalakan, mengajar, dan menghadirkan kasih Kristus bukan hanya melekat pada diri pendeta, tetapi juga keluarga yang setia menyertai langkah pelayanan.
Setelah sambutan dilanjutkan dengan persekutuan doa yang dipimpin oleh Pdt. Sugeng Prihadi. Pujian “Hidup Ini Adalah Kesempatan” menghangatkan suasana dan menegaskan kembali pelayanan bukan sekadar rutinitas, melainkan kesempatan yang Tuhan berikan supaya hidup itu menjadi berkat.
Sentuhan yang cukup reflektif dalam renungan manakala disebutkan meski Pdt. A.S. Wiratmo telah menyandang gelar pendeta emeritus, namun panggilan pelayanan terus berlanjut. Tuhan memberi kesempatan baginya menjadi dosen teologi di Universitas Kristen Teknologi Solo (UKTS) guna melanjutkan pelayanan.
“Secara struktur berhenti, tapi secara fungsional dan panggilan tidak berhenti,” ujar Pdt. Sugeng, mengingatkan bahwa panggilan pendeta adalah identitas yang melekat seumur hidup.

Sharing Lintas Generasi
Sesi sharing yang dipandu oleh Pdt. Trombin Naftaliyus menjadi ruang untuk berbagi pengalaman lintas generasi. Diawali dari calon pendeta, pendeta aktif, pendeta menjelang emeritus, pendeta emeritus, hingga istri dan anak-anak pendeta.
Beragam kisah mengalir, semangat calon pendeta yang sedang berproses, pergumulan para pelayan aktif di tengah tuntutan jemaat, refleksi mendalam para pendeta senior dan yang emeritasi, hingga pergumulan yang dialami oleh istri dan anak-anak pendeta.
Panggilan yang Tidak Pernah Usai
Melalui tema “Ministry Changes, Calling Never Ends”, peserta diajak kembali meneguhkan penghayatan dari Roma 11:29: karunia dan panggilan Allah tidak akan Ia sesali.
Perubahan peran, pola kerja, atau medan pelayanan tidak menghapus panggilan dasar yang diberikan Tuhan. Ada masa seseorang berada di garis depan pelayanan, dan ada masa lain ketika ia dipanggil menguatkan dari balik layar. Namun panggilan itu sendiri terus berlaku.
Doa Syafaat yang Menguatkan
Pdt. Agus Yusak memimpin doa syafaat untuk pendeta dan keluarga, secara khususnya untuk Pdt. A.S. Wiratmo, pendeta emeritus yang mulai bulan Januari 2026 melayani sebagai dosen teologi. Doa syafaat tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian pertemuan.
Dalam doanya, ia juga mengangkat berbagai pergumulan dan perjuangan para pendeta dalam kesibukan pelayanan. Mulai dari dinamika keluarga, beban emosional, ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan, hingga kesehatan para pelayan Tuhan yang harus melayani meski kondisi tak selalu prima.

Penutup dan Harapan Pelayanan
Menjelang pukul 12.00 WIB, dan acara akan berlanjut dengan makan siang dan kegiatan rekreatif, acara ditutup dengan doa oleh Pdt. Bernadus M. Eksilimawan. Harapannya, setiap peserta disegarkan dan memiliki semangat pelayanan kembali.
Dalam dunia pelayanan yang terus berubah, pertemuan di Guci mengingatkan satu hal yang tidak berubah: Tuhan tetap memanggil, dan panggilan itu tidak akan pernah usai (sugeng ph/Red)
