
Theology of Algorithms: A Conceptual Map of Faith in the Digital Era
Penulis: Dharma Leksana, S.Th., M.Si.
Dalam era ketika kehidupan manusia semakin dipandu oleh algoritma, buku Teologi Algoritma: Peta Konseptual Iman di Era Digital hadir sebagai karya reflektif sekaligus profetis yang menghubungkan dunia iman dengan lanskap digital. Ditulis oleh Dharma Leksana, seorang jurnalis senior sekaligus teolog praktis, buku ini menawarkan peta konseptual bagi pembaca yang ingin memahami bagaimana iman berjumpa, bergulat, dan bertransformasi dalam dunia algoritmik.
Kekuatan utama buku ini terletak pada gaya interdisipliner yang memadukan teologi, filsafat, sosiologi digital, dan etika teknologi. Dari Bab 1 hingga Bab 11, pembaca diajak menelusuri perjalanan yang kaya: mulai dari pertanyaan mendasar tentang apa itu teologi, dialog antar konteks, hingga ke persoalan paling mutakhir seperti big data, kecerdasan buatan (AI), dan spiritualitas digital.
Bab-bab reflektif seperti Logos and Algorithm – Between Word and Formula, Faith and Big Data – Between Providence and Prediction, hingga Digital Spirituality – Prayer and Faith in the Algorithmic World menunjukkan keberanian penulis untuk masuk ke wilayah yang sering diabaikan teologi konvensional. Buku ini tidak hanya bicara tentang bahaya algoritma, tetapi juga kemungkinan kreatif dan pastoral yang bisa dihidupi gereja, pendeta, maupun jemaat.
Daya tarik lain adalah kedalaman analisis hermeneutik digital, yang memperlihatkan bagaimana firman Allah ditafsirkan ulang dalam ruang media sosial, aplikasi Alkitab digital, hingga algoritma rekomendasi. Penulis mengajak pembaca melihat bahwa tafsir tidak lagi eksklusif di ruang gereja, melainkan tersebar luas dalam interaksi digital sehari-hari.
Secara praktis, buku ini juga menyinggung peran gereja di era AI, etika peradaban digital, hingga misi berbasis big data. Semua ini dirangkum dalam kerangka yang ia sebut sebagai Teologi Algoritma—sebuah tawaran konseptual agar iman tetap relevan dan transformatif dalam dunia yang dikendalikan teknologi.
Sebagai penutup, buku ini bukan hanya bacaan akademis, melainkan juga manifesto iman bagi umat Kristen dan masyarakat luas yang ingin menemukan makna spiritualitas di tengah derasnya arus digital. Dengan bahasa yang lugas namun tetap reflektif, karya ini sangat relevan untuk para teolog, pendeta, jurnalis, praktisi media, mahasiswa teologi, hingga siapa pun yang peduli dengan masa depan iman di era digital.
✨ Singkatnya, Teologi Algoritma: Peta Konseptual Iman di Era Digital adalah buku wajib baca bagi mereka yang ingin menemukan titik temu antara Firman dan algoritma, antara iman dan teknologi, antara tradisi gereja dan tantangan dunia digital.
BACA BUKUNYA disini : https://online.fliphtml5.com/syony/tujf/
Download Buku Disini :