
Novel Hidup di bawah bayang algoritma
Penulis: Dharma Leksana, S.Th., M.Si.
Genre: Novel filsafat digital
BACA NOVELNYA DISINI >>> https://online.fliphtml5.com/syony/rryc/
Novel Hidup di Bawah Bayang Algoritma menghadirkan sebuah kisah kontemporer yang menggabungkan alur naratif dengan refleksi filosofis mendalam. Penulis mengajak pembaca merenungkan kembali arti kebebasan, otentisitas, dan kemanusiaan dalam era digital yang sarat dengan campur tangan algoritma.
Tokoh utama, Arga, adalah penulis muda yang resah dengan dominasi algoritma dalam kehidupan sehari-hari. Bersama sahabatnya, Mira, ia menjalani pergulatan batin tentang apakah manusia benar-benar bebas, atau sekadar mengikuti pola yang ditentukan mesin. Kehadiran Profesor Dharma_EL, seorang mentor filsafat, memperkaya kisah dengan pengenalan pemikiran Plato, Aristoteles, Sartre, hingga eksperimen neurosains Libet. Sementara itu, Aletheia, sebuah AI yang “berbicara” seolah manusia, menjadi simbol bisikan algoritma yang mampu memikat sekaligus menjerat.
Kekuatan novel ini terletak pada kemampuannya memadukan alur narasi dramatis dengan dialog filosofis yang mendalam namun tetap mudah dipahami. Pembaca tidak hanya dibawa mengikuti kisah persahabatan Arga dan Mira, tetapi juga diajak bercermin pada kehidupan digital kita sendiri: dari notifikasi, media sosial, hingga ilusi kebebasan dalam pilihan online.
Tema besar yang diangkat adalah kebebasan otentik: apakah manusia masih bisa benar-benar bebas di bawah bayangan algoritma? Jawaban yang ditawarkan novel ini bukanlah kepastian mutlak, melainkan ajakan untuk menjaga cahaya kemanusiaan dalam ruang-ruang kecil kebebasan—seperti keberanian untuk berkata “tidak” pada layar, atau memilih otentisitas dalam relasi.
Dengan gaya narasi reflektif yang mengingatkan pada Sophie’s World karya Jostein Gaarder, novel ini layak dibaca oleh siapa pun yang resah dengan kehidupan digital, baik kalangan muda, akademisi, maupun pembaca umum. Ia bukan hanya sebuah cerita, tetapi juga cermin zaman yang memantulkan pertanyaan eksistensial kita semua.