Senin, 23 Juli 2018
HEADLINE
Jumat 13 Juli 2018, 06:35 WIB | detik-news.com

Warga Wonomerto Nekat Setubuhi Keponakan, Akibatnya Begini

SENYUM TIPIS: PW diamankan polisi setelah membawa kabur dan menyetubuhi keponakannya. (Arif Mashudi/Radar Bromo)

KRAKSAAN - Entah apa yang ada dipikiran PW, 30, warga Desa Wonorejo, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Bapak satu anak ini nekat membawa kabur dan menyetubuhi keponakan perempuannya berinsial AS, 15, warga Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Namun, PW membantah disebut membawa kabur AS dan berhubungan layaknya suami-istri. Ia mengaku melakukannya atas dasar suka sama suka. “Suka sama suka. Jadi dia (AS) mau ikut saya,” ujar PW di Mapolres Probolinggo, Rabu (11/7).

Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, selama ini AS masih berstatus sebagai pelajar. Dia sudah lama berpacaran dengan PW. Setelah diketahui keluarganya, AS dilarang berhubungan dengan PW.

Namun, dilarang berpacaran malah membuat mereka nekat. Keduanya janji ketemuan dan bersepakat kabur. Hingga akhirnya mereka tinggal di sebuah indekos di Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Sekitar 2 minggu tinggal di indekos, PW 5 kali melakukan hubungan layaknya suami-istri dengan AS.

Waka Polres Probolinggo Kompol Ali Rahmat mengatakan, kasus bawa kabur anak di bawah umur ini terjadi pada Mei 2018. Diawali hubungan terlarang PW terhadap AS yang merupakan keponakan sendiri. “Pasal yang dikenakan pada tersangka pasal 332 KUHP juncto pasal 76 d juncto pasal 81 UU Nomor 35/2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumanya maksimal 15 tahun penjara,” ujarnya.

Atas kejadian ini, keluarga AS melaporkan tersangka bulan kemarin. Setelah menyelidikinya, pekan kemarin pihaknya mengamankan tersangka di rumahnya. “Sekitar dua minggu kabur, tersangka dan korban ditemukan di indekos oleh keluarga korban. Korban mengaku, selama di indekos lima kali berhubungan intim dengan tersangka,” jelasnya.

Sumber

Komentar

Silahkan login untuk dapat berkomentar

0 Komentar