Selasa, 19 Juni 2018
HEADLINE
Rabu 13 Juni 2018, 16:49 WIB | detik-news.com

Minim Saksi, Polisi Kesulitan Ungkap Jambret Siswa di Ranggeh

Ilustrasi

GONDANGWETAN - Pihak kepolisian masih terus menyelidiki peristiwa penjambretan di Pondok Candra Ranggeh yang terjadi senin lalu (11/6). Korps Bhayangkara ini menyebut penyidikan masih terkendala minimnya saksi yang mengetahui peristiwa ini.

Kanitreskrim Polsek Keboncandi, Bripka Sahrul mengungkapkan pihaknya masih terus menyelidiki kasus jambret yang menimpa Nur Kholis, 15. Pihaknya pun sudah meminta keterangan dari korban.

Namun, tidak banyak informasi yang berhasil digali. Korban juga tak mengenali wajah dua pelaku. Disamping itu, aksi jambret tersebut terjadi dengan cepat.

Baca Juga

Kepada polisi, korban mengaku ia kehilangan Xiaomi Redmi Gold miliknya saat sedang asyik internetan di depan rumah Nur Hadi. Namun, tiba-tiba ada pria tidak dikenal merampas hape miliknya. Ia sempat mempertahankan dan terseret 20 meter sebelum pelaku melarikan diri.

“Penyidikan sementara, peristiwa ini murni jambret. Pelaku sekitar dua orang mengendarai motor. Perkiraan korban mengalami kerugian sekitar Rp 1 juta,” terangnya.

Seperti diketahui, naas menimpa Nur Kholis, 15, warga Pondok Candra , Desa Ranggeh, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan senin lalu (11/6). Ia harus kehilangan smartphone miliknya. Bahkan ia harus dilarikan ke IGD RSUD dr Soedarsono usai mengalami luka pada kaki kirinya saat mencoba mempertahankan dari tangan pelaku.

Sumber

Tag:
Jambret Siswa


Komentar

Silahkan login untuk dapat berkomentar

0 Komentar