Senin, 23 Juli 2018
HEADLINE
Kamis 12 Juli 2018, 09:01 WIB | detik-news.com

Kerugian Kebakaran PT Eratex Djaja Ditaksir Rp 2 Miliar

LULUH LANTAK: Kondisi gudang PT Eratex Djaja usai terbakar, Rabu (10/7) petang. Petugas damkar harus bersusah payah agar api berhasil dijinakkan. (Istimewa)

PROBOLINGGO - Sehari pasca kebakaran, personel pemadam kebakaran (damkar) masih sibuk hilir mudik keluar masuk PT Eratex Djaja. Meski api sudah berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.30 Rabu (11/7), namun pembasahan pada dua gudang yang terbakar dilakukan hingga pukul 15.30.

Dalam pantauan Jawa Pos Radar Bromo, tak semua orang diperkenankan masuk ke lokasi pabrik. Terutama ke gudang yang terbakar. Awak media yang hendak meliput proses pembasahan ataupun olah tempat kejadian perkara (TKP), juga tidak diperkenankan masuk oleh sekuriti.

Kasi Damkar Satpol PP Kota Probolinggo Purpito mengatakan, pihaknya terus melakukan pembasahan untuk menghindari munculnya titik api. “Api memang padam pukul 00.30. Namun, agar api tidak muncul lagi, maka dilakukan pembasahan. Sekarang sudah dalam kondisi hijau, alias sudah kondusif,” terangnya.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, kebakaran menghanguskan dua gudang milik perusahaan garmen tersebut. Gudang itu berisi kain sisa yang tak layak ekspor. Ditanya mengenai besaran kerugian, Kapolresta menyebut angka Rp 2 miliar. Hanya saja, ia tak merinci detail kerugian di angka miliaran tersebut.

Sementara itu, Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Surabaya mendatangi lokasi kebakaran. Hanya saja, tim yang dipimpin AKBP Joko itu tak bisa langsung menjalankan tugasnya. Tim harus menunggu pembasahan selesai pukul 15.30.

“Tim sampai di lokasi sekitar pukul 13.00. Hanya saja belum bisa mendekati sumber api. Mengingat masih pembasahan karena kondisi di TKP masih panas. Sekitar pukul 15.30 baru mendekati sumber api. Untuk kerugian ditaksir capai Rp 2 miliar,” terangnya. Sejauh ini, polisi belum menyimpulkan penyebab kebakaran tersebut.

Sampai (11/7), polisi masih memeriksa tiga saksi yang kesemuanya adalah sekuriti pabrik. Hanya saja, mereka sama-sama tidak mengetahui awal mula kebakaran tersebut. Pengakuannya pada penyidik Satreskrim Polres Probolinggo Kota, mereka hanya mendengar bunyi ledakan. Setelah itu gudang terbakar.

“Untuk suara ledakan ini dari mana sumbernya, masih dalam penyelidikan. Apakah api yang mengenai saluran listrik atau memang terjadi korsleting. Kita tak bisa berandai-andai. Jadi, tunggu hasil dari tim labfor,” bebernya.

Di sisi lain, aktivitas pabrik pasca kebakaran berjalan normal. Karyawan tetap masuk sesuai dengan jam kerjanya. Manajer HRD PT Eratex Djaja Sahri Trigiantoro melalui sambungan seluler mengatakan, karyawan tetap bekerja seperti biasanya.

“Yang kebakaran hanya gudang sisa pakaian. Jadi, untuk karyawan masuk seperti biasa. Baik bagian kantor maupun produksi,” katanya singkat. Ia juga mengimbau agar karyawan tetap tenang dan tidak panik. Meski tak ada korban jiwa, pihaknya mengakui ada beberapa yang sakit pascainsiden kebakaran.

Sumber

Komentar

Silahkan login untuk dapat berkomentar

0 Komentar