Selasa, 19 Juni 2018
HEADLINE
Kamis 14 Juni 2018, 17:05 WIB | detik-news.com

Jembatan Gantung Opo-Opo Difungsikan, Kekuatan Maksimalnya Segini

SIAP PAKAI: Seorang warga melintas di Jembatan Gantung Opo-Opo, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Rabu (23/6). (Arif Mashudi/Radar Bromo)

KREJENGAN - Harapan sebagian besar warga Blok Kedungmiri, Dusun Gunungwurung, Desa Opo-Opo, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, kini terjawab. Sebuah, jembatan gantung yang diidam-idamkan selama ini telah rampung digarap.

Bahkan, pada Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, ini jembatan berkekuatan maksimal 2 ton siap dilintasi. Warga sudah bisa memanfaatkannya dan tak perlu lagi turun ke dasar sungai untuk menempuh pusat pemerintahan desa.

Dari data Jawa Pos Radar Bromo, meski jembatan baru ini belum diresmikan, namun sudah dimanfaatkan warga. Hari Rabu (13/6), sejumlah warga terlihat hilir mudik melintasi jembatan yang mulai digarap sejak awal Maret 2018. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dengan adanya jembatan ini. Kami tidak perlu turun ke sungai lagi untuk berangkat sekolah,” ujar salah seorang siswa MI, Rahmat.

Sebelumnya, sejumlah 50 kepala keluarga warga Blok Kedungmiri, kesulitan untuk mencapai Jalan Utama Desa Opo-Opo. Sebab, mereka terhalang sungai yang cukup lebar dan tanpa jembatan. “Insya Allah aktivitas pertanian kami ke depan akan lebih ringan dengan adanya jembatan ini,” ujar salah seorang warga setempat, Sutrisno.

Tim Panitia Pemeriksaan Hasil Pekerjaan (PPHP) Pemkab Probolinggo juga sudah turun memeriksa hasil pekerjaan Jembatan Gantung Desa Opo-Opo ini. Terdiri atas konsultan pengawas, PPKOM, PPTK, staf kegiatan, dan rekanan. Mereka bertugas memeriksa dan mengkroscek kesesuaian antara hasil pekerjaan dengan perencanaannya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo Prijono mengatakan, sebelum jembatan diterima dan dihibahkan, pihaknya harus memastikan jembatan ini layak dan sesuai secara spesifikasi teknis maupun standar baku material yang yang telah ditetapkan. Setelah tim turun, ternyata pengerjaan sudah tuntas dan sudah bisa difungsikan.

Karenanya, pada Lebaran kali ini masyarakat sudah bisa memanfaatkan jembatan ini. “Peresmiannya mungkin setelah Lebaran sekaligus menunggu laporan berita acara dari Tim PPHP. Akhir kontrak masih 28 Juli 2018. Jika masih ditemukan kekurangan, harus dilakukan perbaikan yang diperlukan hingga mencapai 100 persen pekerjaan,” ujarnya.

Prijono mengatakan, secara umum pekerja jembatan berkekuatan maksimal 2 ton ini sementara sudah dinilai baik. Serta, sudah sesuai dengan perencanaan. “Sesuai kontrak, pekerjaan selesai akhir Juli. Namun, pertengahan Juni sudah selesai,” ujarnya.

Sumber

Komentar

Silahkan login untuk dapat berkomentar

0 Komentar